Langsung ke konten utama

Lalu untuk apa CINTA ?

Memalukan memang cinta karena pelampiasan, memaksakan kehendak yang mulanya ingin pindah kelain hati namun secara tidak langsung cintanya buta, malah yang dicintainya merasakan kelelahan. Entah itu sebagai buktinya bahwa dia mampu tanpa dirinya atau mungkin sebagai bukti bahwa mencintai tidaklah susah (?).

Manusia diciptakan dengan sesempurna mungkin, memiliki panca indera untuk bisa mengenal sesuatu atau mengetahui sesuatu, lewat panca indera itu sendiri kita dapat mengetahui karakternya, kita dapat melihat orang ketika berbicara, tatapan mata hingga sampai ke geraknya. 

Masa lalu memanglah tidak untuk dikenang, namun masa lalu memiliki kenangan yang sulit untuk dilupakan, apalagi berhubungan dengan perasaan, karena perlu banyak alasan yang tak mampu disampaikan. 

Dalam hatinya berucap (gini) namun kenyatanya (gitu), saya heran ketika dusta sudah bergelut dengan kejujuran hanya karena menutupi masa lalunya, entahlah bukan maksudku berburuk sangka. Namun sudah banyak bukti yang terus menghampiri, terlebih kau tutupkan semua kenagan masa lalumu.

Satu pelajaran yang kudapat, jika memang cinta cintai dengan sesungguhnya, jika hanya sekadar pelampiasan maka akhiri saja, karena cinta itu butuh kejujuran hati bukan karena keterpaksaan hati. Hati hati dengan cinta apalagi cinta pada makhluk yang bilamana kamu dikhianati cinta akan berbalas menjadi api. Maka satu satunya cara mencintai dirinya dengan mencintai tidak lebih dari penciptaNya.




Komentar